DARI HATI KE HATI

Yang kita lakukan ini adalah dialog dari hati ke hati. Cara hati mengungkapkan dan mendengarkan sesuatu itu macam-macam. Terkadang menggunakan mulut dan memakai kata-kata, di saat lain cukup dengan raut muka dan sorot mata, atau bahkan ungkapan hati cukup dengan bisu dan sunyi: hati lain sudah langsung menangkapnya. Ungkapan hati yang sunyi di antara kita tidak bisa dihalangi oleh apapun. Ungkapan melalui sorot mata dan raut muka memerlukan pertemuan langsung atau melalui kamera. Tapi yang punya kamera tidak mungkin menyorot tampang saya kalau hanya membisu dan bengong. Jadi harus menggunakan mulut dan kata-kata. Tapi penggunaan mulut dan kata-kata bisa terhalang oleh tembok teknologi, tembok finansial, tembok rasa takut, dan terutama tembok kekuasaan. Jadi kalau ungkapan hati saya tidak bisa sampai kepada Anda melalui kamera dan kata-kata, saya yakin hati Anda yang bisu sesungguhnya tetap bertegur sapa dengan ungkapan hati saya melalui kesunyian yang tanpa kamera dan media apapun. (Emha Ainun Nadjib/Seri PadangBulan (197)/1999/PadhangmBulanNetDok)

KOSTUM AGAMA

Budaya keagamaan Islam mencapai puncak kemeriahannya terutama pada bulan
Ramadhan. Televisi berlomba menggelar mubaligh dan presenter. Berbagai busana
muslim-muslimah kita tonjolkan. Hiasan dan kostum warna warni mewah meriah kita
pajang.
Saya sendiri berusaha menyesuaikan diri, sehingga untuk keperluan shooting saya
pinjam sarung untuk kemul-kemul. Untuk siapakah semua itu dipertunjukkan? Untuk
Allah, untuk bulan Ramadhan, atau untuk pemirsa? Kita ber-khusnudhdhan bahwa
kita semua ini sangat mencintai dan menghormati Allah.
Hanya saja — seakan-akan hanya pada bulan Ramadhan saja Allah hadir.
Seolah-olah hanya pada Ramadhan saja kita semua berhadapan dengan Allah. Dan
kalau sesudah selesai acara lantas kita berganti pakaian yang asli –
seakan-akan hanya di depan kamera saja kita menghormati Allah.
Saya sangat takut jangan-jangan Allah merasa kita bohongi.
Seri PadangBulan (176)
(Emha Ainun Nadjib/”Mudik Dunia Akhirat”/Zaituna/PadhangmBulanNetDok)

Pekan Ilmiah STAIN Purwokerto 2009

STAIN Purwokerto dalam rangka kegiatan Pekan Ilmiah mengundang para akademisi, ilmuwan, jurnalis dan para penulis dari berbagai latar belakang profesi danpendidikan untuk berpartisipasi mengikutsertakan karya tulis terbaiknya.

Grand Tema : Renaisan Indonesia, Transformasi Sosial menuju Masyarakat Berkeadaban

Sub Tema :

A. Hukum dan Penegakkan Supremasi Sipil 

1. Konsistensi penegakkan supremasi hukum dalam Praktek Peradilan di Indonesia

2. Mewujudkan kebijakan hukum publik yang partisipatif dan berpihak kepada kelompok-kelompok marginal

3. Moralitas, komitmen dan sinergitas penegakan hukum

4. Keadilan dan kesetaraan sebagai budaya hukum

5. Islam dan penerapan prinsip keadilan dalam praktek pelaksanaan hukum di Indonesia

 

B. Pendidikan dan Ikhtiar Mewujudkan Masyarakat Yang Berkeadaban

1. Menjembatani kesenjangan pendidikan dan realitas sosial

2. Signifikansi ketersediaan anggaran dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional

3. Pendidikan sebagai ruang partisipasi masyarakat meningkatkan pemnbangunan kapasitas sumberdaya

4. Membudayakan masyarakat belajar

5. Pendidikan menuju perwujudan civil society

 

C. Rekonstruksi sosial sebagai ikhtiar mewujudkan masyarakat baru Indonesia yang berkeadaban, produktif, dan integratif

1. Mendesain pembangunan yang akomodatif terhadap proses pemberdayaan potensi masyarakat

2. Konflik, Damai, dan Pluralitas sosial budaya dalam bingkai ke-bhineka-an Indonesia

3. Membangun integrasi bangsa berbasis rekonsiliasi konflik dan sosial

4. Budaya sebagai fondasi mewujudkan masyarakat berkeadaban

5. Rekonstruksi sosial budaya sebagai upaya membangun kearifan sosial

 

D. Menanam Kembali Ekonomi Indonesia yang memberdayakan dan berpihak kepada kelompok marginal

1. Untung rugi sistem ekonomi bermazhab pertumbuhan bagi Indonesia

2. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan potensi ekonomi Indonesia

3. Membangun strategi dan formulasi kebijakan sistem ekonomi yang berpihak kepada kelompok marginal

4. Globalisasi ekonomi dan ketahanan ekonomi bangsa

5. Politik ekonomi Indonesia

 

Persyaratan

1. Karya sendiri yang dibuktikan dengan surat pernyataan keaslian

2. Belum pernah diterbitkan/ dipublikasikan dalam forum diskusi maupun media yang dibuktikan dengan surat pernyataan

3. Panjang tulisan 15 – 20 halaman

4. Tulisan diketik spasi ganda Time New Roman / Liberation Serif font size 12 kertas A4

5. Dikirim dalam bentuk hard copy dan soft file fomat Office Word

6. Menyertakan data diri, alamat, no telpon yang bisa dihubungi, dan foto copy tanda pengenal

 

Nominasi & Penghargaan

1. Masing – masing sub tema dipilih satu pemenang

2. Bagi para pemenang diberi penghargaan sertifikat, penerbitan naskah, dan uang pembinaan sebesar Rp. 2.000.000,

3. Paper yang masuk nomiasi juara I diundang untuk presentasi di forum diskusi terbuka STAIN Purwokerto

 

Waktu

1. Penerimaan Naskah : 2 April – 2 Mei 2009

2. Seleksi Naskah : 4 – 15 Mei 2009

3. Pengumuman Pemenang : 16 – 20 Mei 2009

4. Presentasi Paper : 20 Juni 2009 5. Seminar Nasional: 22 Juni 2009 dengan narasumber: K.H. Mustofa Bisri dan narasumber lainnya.

 

Alamat Pengiriman:

PSB Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto Jl. Ahmad Yani No. 40 A Purwokerto 53126

Email: pwtstain[at]gmail.com Kontak Person: Fauzi, M.Ag. (HP. 08121591500), Ahmad Muttaqin, M.Si. (HP. 08121555019)

 

publikasi-call4paper

Tak Ada Air yang tak Bening

Negara menghendaki stabilitas.Masyarakat menghendaki ketertiban. Sejarah menghendaki keamanan. Jiwa menghendaki ketenangan. Hati menghendaki keheningan. Mental menghendaki endapan. Dan seluruh kehidupan ini, di ujungnya nanti, menghendaki ketentraman, keheningnan, kemurnian. Karena itu, agama menganjurkan kembali ke fithri. Kita berdagang, berpolitik, berperang, bergulat, bekerja banting tulang, bikin rumah, bersaing dengan tetangga. Yang tertinggi dari itu semua dan yang paling dirindukan olh jiwa, adalah “air bening hidup”. Hidup bagai gelombang samudera. Hidup bergolak. Segala pengalaman perjalanan Anda adalah arus air sungai yang mencari muaranya. Masa muda melonjak-lonjak. Tapi masa muda berjalan menuju masa senja. Dan masa senja bukanlah lonjakan-lonjakan, melainkan ketenangnan dan kebeningan. Maka, lewat naluri ataupun kesadaran, setiap manusia mengarungi waktu untuk pada akhirnya menemukan “air bening”. Ada orang yang dipilihkan oleh Tuhan atau memilih sendiri untuk mengembara langsung ke gunung-gunung dan menemukan sumber air murni. Orang lain menunggu saja saudaranya pulang dari gunung untuk dikasih secangkir kebeningan. Orng yang lain lagi menjumpai dunia adalah kotoran, maka ia ciptakan teknologi untuk menyaring kembali air itu dan menemukan kebeningannya. Sementara ada orang yang hidupnya menyusur sungai, parit-parit kumuh, got-got, kubangan-kubangan. Sampai akhir hayatnya tak mungkin ia memilih sesuatu yang lain, karena mungkin tak punya kendaraan, tak punya kapal, bahkan tak punya sendal untuk melindungi kakinya dari kotoran-kotoran. Ketidakmungkinan itu mungkin karena memang ‘dipilihkan’ oleh Yang Empunya Nasib, tapi mungkin juga didesak oleh kekuatan-keuatan zamn yang membuatnya senantiasa terdesak, terpinggir dan tercampak ke got-got. Bagaimana cara orang terakhir ini menemukan air bening? Di dalam sembahyangnya, permenungannya, penghayatannya, kecerdasannya serta kepekaan hatinya. Ia tahu tidak ada air yang tak bening. Semua air itu bening. Tidak ada “air kotor”, melainkan air bening yang dicampuri oleh kotoran. Dengan menemukan jarak antara kotoran dengan air bening, tahulah ia dan ketemulah ia dengan sumber kebeningannya. Ia terus hidup di got-got, dan justru kotoran-kotoran itu makin menyadarkannya pada keberadaan air bening dalam got-got. Adakah makna hal itu dalam kehidupan Anda? (Emha Ainun Nadjib/”Secangkir Kopi Jon Pakir”/Mizan/PadhangmBulanNetDok)

Terowongan “Kiamat” di Tanah Swiss

SWISS, MINGGU — Laboratorium berupa terowongan sepanjang 27 kilometer, 91 meter di bawah tanah Swiss, disebut sebagai penemuan terbesar abad ini. Large Hadron Collider (LHC) akan merekayasa ulang penciptaan bumi, tapi terowongan ini bisa meledak, bahkan menghancurkan bumi.

LHC yang berada di bawah pegunungan Alpen, perbatasan Swiss dan Perancis, merupakan percobaan fisika terbesar di dunia. Biaya konstruksi untuk pembangunan fasilitas ini mencapai 8,8 miliar dollar ASn yang didanai oleh European Organization for Nuclear Research (CERN) bekerja sama dengan ribuan universitas dan laboratorium di seluruh dunia.

CERN akan mereka ulang terbentuknya Tata Surya beberapa detik setelah Big Bang (ledakan dahsyat). Selama ini Big Bang diyakini sebagai teori terbentuknya jagad raya secara instan. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta berasal dari kondisi superpadat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.

Para ilmuwan juga percaya bawa Big Bang membentuk sistem Tata Surya. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.

Kini LHC akan menguji coba bermacam prediksi fisika berenergi tinggi dengan melemparkan tembakan proton berkecepatan tinggi. Tapi, kritikus menilai, LHC yang mampu mempercepat partikel hingga 99,99 persen kecepatan cahaya dapat memunculkan panas triliunan derajat. Selain itu, juga bisa menimbulkan apa yang disebut lubang hitam yang bisa menelan bumi.

Ketakutan ini berujung pada gugatan ke European Convention of Human Rights terhadap 20 negara, termasuk AS, yang mendanai proyek itu. Apakah kita perlu khawatir? “Sama sekali tidak,” kata Stephane Coutu, profesor fisika dari Universitas Pennsylvania, AS.

“Bumi berulang kali dibombardir energi kosmik dari angkasa, beberapa di antaranya menyerap ribuan tabrakan partikel lebih hebat dari yang dihasilkan oleh LHC,” tambahnya. Ketakutan pada munculnya lubang hitam itu menyebabkan LHC disebut sebagai Mesin Kiamat atau Mesin Bing Bang seperti teori mengenai penciptaan jagad raya.

Apa itu LHC itu dan bagaimana penembakan partikel bisa menjelaskan terbentuknya jagad raya? Pemacu partikel paling besar yang pernah dibuat manusia itu terdiri dari terowongan bawah tanah sepanjang 27 kilometer. Coutu menjelaskan, proton akan dibenturkan melalui terowongan hingga bertabrakan dan terpecah menjadi bagian lebih kecil. Detektor partikel di sepanjang terowongan akan menganalisa hasil tabrakan itu.

“Hasil akhir dari tabrakan partikel itu dapat menyediakan pemahaman baru bagaimana partikel berinteraksi dan bisa menjelaskan hasil dari proses partikel setelah terjadinya Big Bang saat pembentukan jagad raya,” jelasnya.

Kemungkinan lain adalah bisa mengamati Higgs Boson sebagai hasil dari tabrakan partikel itu. Higgs Boson merupakan partikel misterius yang secara hipotesis diprediksikan ada dalam standar model fisika partikel, tapi tidak pernah diisolasi secara eksperimen.

Higgs boson yang diperkirakan menyediakan massa ke partkel lain dan kadang-kadang disebut sebagai partikel Tuhan, bisa sebagai kunci untuk mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi. Verifikasi mengenai keberadaannya akan menjadi terobosan di fisika partikel.

“Hal lain dari data eksperimen LHC akan memberi petunjuk peningkatan kehidupan sehari-hari kita. Metode komputasi untuk memproses dan menganalisa data yang sangat besar ini akan segera dibuat. Hal itu akan dilakukan di luar laboratorium,” kata Coutu lagi.

Tapi ilmuwan masih harus sabar memanen data itu. Karena mesin ini baru akan dijalankan lagi pada akhir 2009 nanti. LHC sudah dinyalakan pada September 2008, tapi dimatikan enam hari kemudian karena mengalami masalah teknis.
Penundaan itu diakibatkan kerusakan pada magnet superkonduktor yang menyebabkan bocornya 6 ton helium cair super dingin ke dalam terowongan itu. LHC sendiri diyakini bisa memecahkan berbagai pertanyaan manusia selama berabad-abad mengenai terciptanya jagad raya kita. (inc/ggl)

sumber: http://www.kompas.com