Pers Realese Resmi dari BEM STAIN Purwokerto:

MAIZENA EX ARIA BAND DAN LOLELONES GUNCANG STAIN PURWOKERTO

STAIN Purwokerto, jalan A. Yani 40-A Purwokerto pada Rabu, 21 Mei 2008 mulai jam 20.00 WIB akan dipadati oleh ribuan massa, fans berat dari MAIZENA EX ARIA BAND. Berita itu tentu menggembirakan pihak penyelenggara LIVE MUSIC SHOW dalam rangka “Satu Abad Kebangsaan Indonesia” ini, yaitu Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) STAIN Purwokerto. Kabar itu bukanlah kabar bohong sebab selama ini di kota-kota lain MAIZENA EX ARIA BAND sekalipun tidak memilih jalur “major label”, tetapi lagu-lagunya menjadi hit di radio-radio. Lagu “Kau adalah Bintangku” sampai hari ini masih digandrungi para remaja ABG di Yogyakarta, Surabaya, Semarang, dan Purwokerto. Single hit lainnya, “Loser’ Song”, “Dara”, “Hanya Pujaan”, “Sempurnanya Wajahmu”, “Biarkan Aku Kasih”, dan “Kau Penuhi Jiwaku”, selalu menjadi best request di radio.

Sebagai band pembukanya, Lolelones Band, beraliran rock n roll. Band ini juga menjadi “Raja Panggung” di kampus-kampus di Yogyakarta. Di samping itu, akan tampil Master Band dari STAIN Purwokerto sendiri.

Konser MAIZENA EX ARIA BAND kali ini didukung oleh Lowoijo Intertainment, dengan 30 ribu watt sound system, 15 ribu watt lampu, 5 ribu watt hologen, dan panggung konser 12 x 8 meter, di Lapangan STAIN Purwokerto, siap mengobati kerinduan fans beratnya.

“Live Music ini juga menjadi penutupan STAIN PURWOKERTO EXPO yang menjadi ajang expo potensi-potensi Purwokerto. Dan tahun depan kami akan menggelar kegiatan yang lebih mengcover potensi daerah Banyumas,” ungkap Isroul Muqodas, Presma STAIN.

“Di samping, MAIZENA EX ARIA BAND sebagai puncak acara, kita juga kedatangan budayawan Ahmad Tohari yang akan berefleksi Kebangkitan Nasional. Datang saja, semoga masih dapat tempat nonton, dan GRATIS!” tandas Wahyu Choerul Cahyadi, Ketua Panitia Penyelenggara.

2 Tanggapan

  1. “Jagad musik Yogyakarta tidak akan mati. Setelah Sheila On Seven, Jikustik, Shaggydog, Endang Soekamti, kini ada Maizena Ex Aria Band yang penyebaran lagunya melalui “black market”. Pasar musik memang sulit diprediksi, seperti halnya fenomena kemunculan Kangen Band, yang Malay nuansanya. Tapi, Maizena ini musik dan lirik lagunya lebih mewakili kegelisahan percintaan remaja urban. Mereka lebih intelektualis,” ungkap Bens Leo, pengamat dan kritikus musik dari Jakarta.

  2. Mas Warto Thok. Aku cewek Cilongok Ajibarang Purwokerto. Aku senang banget dengan lagu-lagu Maizena Ex Aria Band. Mas Warto, fotonya personal Maizena jangan yang itu-itu melulu dunk! Apa tak ada yang baru begitu?

Tinggalkan Balasan