Pada jaman dahulu kala, disebuah desa kecil di wilayah Kebumen, tepatnya di desa Mangunweni lahirlah seorang anak manusia. Suara tangisnya melengking memecah kesunyian desa itu. Tanggal 19 Nopember 1981, disaat anak itu menangis, dikanan-kirinya terdengar tawa renyah dan senyum para orang tua yang mengelilinginya. Bahagia mereka menyambut kedatangan sang buah hari yang lama di nantinya. Namun bayi itu tetap menangis dan tidak menghiraukan keadaan di sekelilingnya. Tangisan yang begitu kencang seolah-olah bertanya “aku ada dimana??”. Namun orang-orang disekelilingku tetap tidak menghiraukannya, seolah tangis seorang bayi adalah kebahagiaan bagi orang disekelilingnya.
Tersiar kabar ke seluruh pelosok desa bahwa telah lahir seorang anak laki-laki yang gagah dari pasangan Haryo Tugiman dan Nyi Wartiah. Sontak para sanak saudara dan tetangga berdatangan menyambut kehadiran seorang bayi laki-laki dengan suka cita. Tidak lupa mereka membawa buah tangan sekedarnya untuk si bayi.
Seminggu kemudian diadakanlah selamatan menyambut bayi dengan mengundang para tetangga untuk mendoakan semoga bayi itu kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa bangsa dan agama. Dan yang paling bersejarah dari acara tersebut adalah penganugerahan nama kepada bayi tersebut. Bayi tersebut dikaruniai nama Pangeran Haryo Warto. Nama yang indah bukan??!.
setelah berumur sekitar 1 tahun,PH. Warto kemudian diboyong ke desa kelahiran sang aya, yaitu di desa Jatijajar kec. Ayah. masa kecilnya dilalui dengan bahagia penuh curahan kasih sayang dari ketua orang tuanya. Satu hal yang masih membekas ketika berumur sekitar 3 tahun, ketika sakit panas ia rewel tidak bisa tidur semalaman sehingga sang ayah menggendongnya sambil membawa jalan-jalan (dalam rumah) sehingga tertidur.
Tahun 1987 aku dititipkan di sebuah padepokan yang berada di titangga desa, padepokan itu adalah SDN III Demangsari. Berangkat diantar dan pulang di jemput. Namun hantaran dan jemputan itu hanya berlangsung beberapa minggu saja, selanjutnya berangkat dan pulang bersama teman2. Mungkin aku adalah salah satu anak yang saat itu tidak mengenyam bangku taman kanak-kanak. tidak tahu indahnya masa anak-anak saat bermain dengan teman-teman dan di bimbing oleh guru TK. Yang unik pada waktu aku SD adalah waktu kelas 2, ketika aku pulang sendiri, ternyata tanpa disadari aku diikuti oleh seorang kakak kelas dan dia meminta uang kepadaku alias memalak. sontak aku ketakutan dan aku berikan uang seadanya.
Padepokan berikutnya adalah SMPN 1 Ayah mulai aku makan pada tahun 1993. Namun sebelum mulai masuk sekolah, terlebih dulu aku minta disunat, karen akebanyakan temeku emang udah pada sunat. Dengan naik sepeda jengki yang dibelikan orang tua, aku kayuh sepeda itu menuju sekolah setiap hari bersama teman-teman. selama 3 tahun sepeda itu menemaniku dan sampai sekarang sepeda itu masih ada dalam museum keluarga. Tepatnya berada di gudang teronggok bersama barang kuno lainnya.
Setiap hari, banyak para tetangga yang datang ke rumahku mengantarkan uang. Uang mereka ditukar dengan beras, sayuran, minyak goreng dan kebutuhan harian dapur mereka lainnya. Karena semakin rame yang datang ke rumahku, sepulang sekolah aku membantu ibu melayani para tamu yang datang silih berganti mengantarkan rizki kepada keluarga kami.
Setelah kenyang makan bangku SMP selama 3 tahun, tepatnya tahun 1996 kakiku mulai menginjak-injak sebuah kota kecil yang terdekat dengan tempat tinggalku. kota tersebut namanya adalah kota Gombong. Kota tersebut harus aku injak-injak setiap hari karena memang ada ilmu disana yang aku tuntut. pagi-pagi benar aku datangi tempat tersebu, dan kadang malam hari aku baru bisa menghirup udara di rumahku. aku bercita-cita jadi tukang mesin, sehingga aku sekolah di sebuah padepokan yaitu SMK Yayasan Wongsorejo Gombong. Mengambil jurusan mesin umum, sehingga setiap hari bercengkrama dengan berbagai spesies mesin. jika pulang malam maka dipastikan tidak bisa naik angkutan pedesaan resmi, sehingga memaksa aku dan teman-teman untuk menaiki angkutan manusia tidak resmi alias naik truk. Sangat indah dan menyenangkan kenangan saat itu.
Untuk lebih memanjakan sedikit kepada anggota tubuh ini supaya tidak terlalu capek, maka aku berinisiatif untuk meminta bantuan kepada ortu untuk membelikan tunggangan kuda besi untuk pangeran. Permintaan kuda besi tersebut disambut dengan senyuman kasih sayang orang tua. Sungguh mulia budi orang tua kepada putranya, senyuman itu aku terjemahkan sebagai kata setuju. Namun terjemahanku salah, –karena masih menggunakan kamus anak-anak yaitu jika diam atau tersenyum maka tanda setuju– karena orang tuaku belum bisa memberikan kuda besi, maka yang ia berikan bukan memarahiku –karena tidak ngerti dengan keadaan ortu– tapi adalah senyuman sebagai tanda kasih sayang. “Anakku, ayah belum bisa memberikan apa yang kau mau, namun ayah berdoa dan berkeyakinan bahwa suatu saat engkau akan mendapatkannya dan bahkan lebih dari apa yang kau minta kepadaku sekarang, dan kau akan bangga dengan itu”, demikian wangsit dari orang tuaku. Dengan berbagai rintangan yang menyenangkan –rintangan menyenangkan lebih sulit untuk ditaklukkan– dan yang tidak menyenangkan, akhirnya aku selesai berguru di padepokan tersebut tahun 1999.
karena makin haus dengan ilmu, maka dengan bekal yang pas-pasan kucoba tuk mencari sebuah padepokan yang lebih tinggi tingkatannya dan lebih jauh tentunya. pencarian itu berkhir disebuah padepokan ilmu komputer di kota Yogyakarta, namanya adalah LPK (Lembaga Padepokan Komputer) El Rahma. Selama satu tahun belajar jurus Desain Grafis dan ternyata belum mencukupi untuk berlaga di medan pertempuran. Setelah lulus engambil jurus desain grafis, maka pada tahun 2001 naik tingkatan mengambil jurus Sistem informasi. jurus tersebut dipelajari hingga lulus tahun 2005.
Sambil belajar berbagai teknik perang yang diajarkan, aku nyambi berlatih perang di dunia kerja beneran, yaitu menghajar para adik angkatan yang juga ingin belajar desain grafis. Selama belajar ilmu dikota padepokanYogyakarta, pada saat itu juga bergerilya menyusuri kota “njajah desa milang kori”, sehingga medan perang di Yogyakarta cukup dikuasai dalam waktu sekitar 4 tahun.
Setelah cukup kenyang menuntut ilmu di kota gudeg, aku mencoba untuk menjajal kesaktianku di dunia kerja. Pertama mencoba bertempur di medan perang salah satu PTS ternama di Yogya, namun nasib masih belum berpihak kepadaku. Sehingga aku coba lagi untuk berperang di tempat lain. Ketika genderang perang di STAIN Purwokerto ditabuh, maka dengan segera aku menuju ke sana untuk berpartisipasi. Ternyata disanalah letak kemenanganku berpihak, disana diterima sebagai bala tentara STAIN Purwokerto.
Belum berhenti sampai disitu, perjuangan silanjutkan dengan melanglangbuana mencari teman perjuangan. Alhamdulillah perjuangan untuk mendapatkan seorang permaisuri tidak begitu panjang. Bulan September 2007 kupersunting seorang gadis ayu dari tlatah Banyumas, ia bernama Diajeng Roro Ayu Dwi Asih Handayani. Bersama gadis pujaan tersebut mulai mengarungi samudra kehidupan.
Perjuangan belum selesai dan bendera masih terus berkibar….




Baguuuuus bangeeeeeet maaaaaaaaaaaasssss…….
salam kenal dari malang
hmcahyo.wordpress.com
Selamat dan sukses, ceritanya kayak sinetron aja tapi bagus kok………………………
wheladalaah kang warto…
rupanya berbakat juga menjadi seorang penulis cerita tho…
~ jangan lupakan aku ~
teman seperjuangan dari jogja
Pokoke wato4ever tambah pinter lair batinlah…..he he….ciamik, Moga sukses
Jebule cah mangunweni salut
ya iya la…. masa ya iya dong hehehe… lha panjenengane mangunweni juga apa ya
Hebat, perjuangan yang sangat panjang dan mengasyikan.
Pangeran haryo warto, saya ikut gabung di dunia blog pangeran.
Ayo bersama kita bangun bloger kebumen, semoga kebumen jadi kota bloger. khik, khik, khik, khik………………..
mksh apre mas dariman. marik kita majukan per-ngeblog-an di kebumen. walau aku tdk tinggal di kebumen tapi darahku tetap kebumen MERDEKA…
Yo, itulah yang saya harapkan dari teman-teman. Walau pun kita sudah berada di tanah orang, kita tetap ingat tanag kelahiran.
Mari bersama bangun tanah kelahiran. Selamat merayakan HUT RI Ke-63 semoga di isi dengan kegiatan yang bermakna. Amin….
kueeeeyeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnn kang wrato… moga suksesmu nular ke aku ya…. soale aku masih harus njajah desa milang kori entah sampai kapan… kenangan kuda besi yang pernah kau pakai bersamaku sudah tidak tersisa lagi, yang tersisa hanya kenangan kebersamaan seluruh instruktur dalam ruang sempit di parkiran untuk kita melepas lelah yang sekarangpun sudah musnah…. kebersamaan yang akan selalu kita kenang dalam suka dan duka apalagi ketika sama-sama nambal genteng bocor harus berkejaran dengan hujan dan ditilang polisi gara-gara salah bawa STNK hahahaha……… GOOD LUCK my friend n don’t forget me…
trenyuh aku moco komentarmu wahai temanku. takkan kulupakan saat-saat indah kenangan kita dahulu. moga kau lekas mengakhiri penggemblengan di kawah candradimuka dan segera naik ke nirwana menjemput masa depan yang gemilang. tak ada yang sia-sia yang kau kerjakan, semua pasti ada bayarannya nanti. kutunggu kau digerbang kesuksesan
amin-amin…
Semoga sukses semuanya ya, youre all my good friends..
I love You All…
MERDEKA….!!!!
*** Badan Ekskutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto bekerjasama dengan OBSESI Press Selenggarakan LOMBA CIPTA CERPEN RELIGIOSITAS-CINTA TINGKAT MAHASISWA-PELAJAR SE-INDONESIA***
Persyaratan Cerpen yang dilombakan:
(1) Peserta dibatasi emailkan cerpen 1 judul cerpen karya terbaiknya, sesuai dengan topik umumnya, yakni “Religiositas-Cinta”;
(2) Cerpen yang diemailkan adalah karya yang belum pernah dipublikasikan di media massa ataupun dalam bentuk buku;
(3) Diemailkan ke lpmobsesi_stpwt@yahoo.com, dan di-CC ke obsesipress@gmail.com ;
(4) Disertakan scan dari Kartu Pelajar atau Kartu Mahasiswa sebagai identitas;
(5) Biografi penulis maksimal 1 halaman, dan scan foto penulis;
(6) Naskah diterima dari pengiriman email tanggal 22 Oktober – 22 Desember 2008;
(7) Pemenang yang dipilih adalah Juara I, II, dan Juara III, akan diumumkan pada tanggal 1 Januari 2009, dan penganugerahan hadiah para juara dan nominator akan dilangsungkan 14 Februari 2009, bersamaan dengan penganugerahan juara Lomba Esai Mahasiswa Tingkat Nasional Periode ke-2.
Adapun hadiah yang akan diberikan adalah:
(1) Bagi cerpen Juara I, II, dan III, akan mendapatkan hadiah uang sebesar =
Juara I – Rp.700.000, Juara II – Rp.500.000, Juara III – Rp.300.000 ;
(2) Bagi Juara I, II, dan III, akan mendapatkan Piala Tetap dari Ketua STAIN Purwokerto;
(3) Bagi Juara I, II, III, dan 27 nominator, maka karya cerpennya akan dibukukan dan diterbitkan oleh penerbit OBSESI Press dalam bentuk eksklusif ;
(4) Bagi Juara I, II, III, dan 27 nominator, akan mendapatkan SERTIFIKAT JUARA atau SERTIFIKAT NOMINATOR ;
(5) Bagi Juara I, II, III akan mendapatkan masing-masing 3 eksemplar BUKU ANTOLOGI CERPEN “RELIGIOSITAS CINTA” tersebut; dan 27 nominator akan mendapatkan masing-masing 2 eksemplar ;
(6) Penganugerahan hadiah/buku antologi kepada para juara dan nominator akan dilangsungkan 14 Februari 2009, bersamaan dengan penganugerahan juara Lomba Esai Mahasiswa Tingkat Nasional Periode ke-2.
Tim Juri Nasional :
(1) Drs. Ahmadun Yosi Herfanda (Sastrawan, dan Redaktur Sastra Budaya koran Republika – Jakarta);
(2) Abdul Wachid B.S., S.S., M.Hum. (Sastrawan, Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia, Kritikus Sastra) ;
(3) Heru Kurniawan, S.Pd., M.Hum. (Sastrawan, Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia, Editor) .
“TIKUNGAN IBLIS” 30 Desember 2008
TEATER DINASTI bersama
Emha Ainun Nadjib, Novia Kolopaking dan Kiai Kanjeng
mempersembahkan:
Pentas Kebahagiaan Keluarga Teater Dinasti ‘TIKUNGAN IBLIS”
Pada 30 Desember 2008, Pukul 20.00 WIB,
Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta
Jl. Cikini Raya No. 73 Jakarta Pusat
PESAN SEKARANG – TIKET TERBATAS
Informasi dan Reservasi :
TICKET BOX:
Gedung APHI Lt.3
Jl.Pasar Minggu Raya 1B
KM.17.7 Jaksel
Ph. 021-237 22707
Roni: 0818 0809 8811
Adi : 0818 217 616
Festival: Rp. 50.000,-
VIP: Rp. 75.000,-
VVIP: Rp. 125.000,-
http://tikunganiblis.kenduricinta.com
http://www.tikunganiblis.com
Pementasan ini tidak menyebut dirinya “Pentas Teater” melainkan “Pentas Kebahagiaan Keluarga
Dinasti”. Maksudnya kegiatan “Tikungan Iblis” bukan terutama kegiatan eksklusif kesenian,
melainkan pendayagunaan kesenian untuk mengabdi kepada kemanusiaan, persaudaraan dan
kemesraan sosial yang lebih multi-dimensional dibanding sekedar sebuah eksistensi pementasan
teater.
Penulis Naskah Emha Ainun Nadjib, Tim Sutradara Jujuk Prabowo, Fajar Suharno.
Parampara/superviso r/kontributor gagasan: Emha Ainun Nadjib, Indra Tranggono, Simon Hate,
Toto Rahardjo, Fauzie Ridjal, Penata Musik Bobiet Santoso Art Director/Multimedia Ipung Way
Ming
Para Pemeran: Joko Kamto (Smarabhumi/ Ibllis), Novia Kolopaking (Siti Majnunah), Novi
Budianto (Prawiro), Setheng (Prawijo), Chithut DH (Prawito), Kumbo Makumbo (Prawidi), Joko
Kusnun (Prawikun), Fajar Suharno (Maula Hasarapala), Bambang Sosiawan (Maula Hajarala),
Tertib Suratmo (Maula Jabarala), Untung Basuki Maula Makahala), Jujuk Prabowo (Khabil),
Jijit (Qabil), Jemek Supardi (Tapel), Agung Gareng (Tapel), Toro Marhen (Tapel), Irfan
(Tapel), Whieka M (Tapel), Rina (Tapel), Delvi (Tapel), Delina (Tapel), Riska (Tapel), Ve
(Tapel), Shelly (Tapel), Ratri (Tapel). Pemain Anak-anak : Hayya, Jembar, Dimas, Tido,
Lintang, Krisna
Tim Produksi: Pimpinan Produksi : Ahmad Syakurun Muzakki Manajer Produksi: Eko Nuryono
Bendahara : Muh Zaenuri Seksi Publikasi : Helmi Mustofa, M. Sholahuddin Seksi Transportasi :
Agus Santoso Seksi Perlengkapan : Godor Widodo Seksi Keamanan : Rahmat Mulyono Seksi Latihan
: Jujuk Prabowo
Salam Hormat, Salam Senyum Kanggo Sedulur Kabeh
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Perkenalkan, Saya H.M.Jamil,SQ,MPd ingin meminta dukungan Saudara dalam pemilihan Caleg DPR RI PPP Nomor Urut 5 Dapil Kebumen, Banjarnegara & Purbalingga.
Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Salam Hangat buat Keluarga Anda
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
halo warto, ternyata sudah besar ya. sudah punya istri belum, apakah perjuangan menuju kesempurnaan ad-dien sudah terpenuhi. saya bangga dengan kesuksesanmu, semoga manfaat dunia dan akhirat, amin ya robbal alamin.
+a6+
salam hangat
sori sobat baru komentar sekarang
postnya udah lama kog kisah perjuangan selanjutnya belum da ini
ditunggu je
n ada info baru apa ni tentang kita-kita.
q kurang gaul je tau kan dr dulu nek ra dithuthuk ra muni je
hee hee hee
moga2 sukses dapt kita raih
n mo nanya nih ???
bojonegoro kan ada banjir lagi
gimana kabar temen kita yang dibojonegoro
temen lain klo ada kabar kasih tahu donk
itu aja dulu aja
besok kapan2 (lagunya koes plus) sambung lagi
salam kompak
salam hangat dari purwokerto siti. masih merangkai masa kini yang indah n dalam proses penulisan. tunggu bentar lagi pasti update deh hehehe….
berarti mrene nang purwokerto tak thutuke nganggo pipo ledheng gen muni yo hehehe… lagi
aku senang mas wahid sekarang dah lebih mapan dan lebih baik. tidak sia-sia perjuangan kita selama ini ya…
aku rung krungu kabare kancane dewe sing nang bjngro je… tu ra nduwe no hp ne. sing jelas cedak bengwan ra yo, yen cedak yo kemungkinan kena banjig tuga tuh.
lha blog mu ndi tak enteni je hehehe…
buat anam, aku dah punya anak istri lho.. perjuangan pasti jalan terus. kabarmu apik2 kan. ndi blogmu
warto —–..,,,,, kenapa nang kowe ora di tulis lulus smk wongsorejo taun pira aku dadi r patia ngerti warto,,,,aku b jebolane wongso 91,,,, sing lagi golet sukse nang tangeranggg
Minta izin liat – liat. mas ada tutorial photoshop tdak..?